Makanan Penyebab Diabetes Melitus Apa Saja?

Seperti yang umum diketahui penyebab diabetes melitus adalah karena kadar gula tinggi dalam tubuh, sehingga tidak bisa diproses dengan baik oleh hormon insulin.

Insulin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang memungkinkan tubuh mengubah gula darah menjadi energi.

Selain mengubah, insulin juga menyimpan energi tersebut dalam tubuh sebagai cadangan energi. 

Pemicu salah satu penyakit kronis ini adalah karena beberapa hal seperti gaya hidup dan perilaku tidak sehat lainnya yaitu mengonsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan.

Berikut ini adalah makanan-makanan yang dapat menyebabkan diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Makanan Penyebab Diabetes

Makanan dengan Karbohidrat Tinggi

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang diperlukan tubuh untuk membantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Karbohidrat sendiri terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  • Pati
  • Gula 
  • Serat

Karbohidrat diketahui secara langsung memberikan dampak langsung dengan  memengaruhi kadar glukosa darah lebih dari nutrisi lainnya.  Tubuh memecah pati dan gula menjadi glukosa.

Itulah mengapa makanan berkarbohidrat dapat juga menyebabkan diabetes apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tinggi karbohidrat.

Makanan tinggi karbohidrat itu adalah sebagai berikut:

  • Makanan panggang yang prosesnya memakai tepung putih 
  • Permen serta makanan yang mengandung gula secara berlebihan
  • Roti putih dan sereal

Untuk penderita diabetes sendiri disarankan mengonsumsi karbohidrat dengan takaran 130 gram per hari.

Makanan dengan Protein

Ternyata makanan berprotein juga bisa menjadi penyebab diabetes melitus terutama yang mengandung lemak tinggi.

Protein sendiri mempunyai fungsi membantu tubuh membentuk, memelihara, dan mengganti jaringan. 

Dalam prosesnya tubuh juga dapat memecah protein menjadi gula, namun proses ini kurang efisien daripada memecah karbohidrat.

Karena itulah, terdapat beberapa makanan berprotein yang ternyata dapat memicu diabetes, yaitu:

  • Daging merah (daging sapi, babi, dan domba)
  • Makanan yang digoreng dan dilapisi tepung roti
  • Makanan tinggi sodium
  • Daging olahan seperti hot dog
  • Iga dan potongan daging berlemak lainnya
  • Unggas (ayam, burung, bebek) dengan kulitnya
  • Ikan goreng

Susu

Susu dapat disebut memicu diabetes karena adanya kandungan gula di dalamnya atau laktosa. Namun susu sendiri juga mengandung kalsium, protein, dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh

Akan tetapi Anda dapat terhindar dari diabetes ketika mengonsumsi susu asalkan memperhatikan takaran harian untuk karbohidrat.

Berikut adalah susu yang dapat menyebabkan diabetes:

  • Susu tinggi lemak
  • Yogurt tinggi lemak
  • Keju cottage tinggi lemak
  • Keju tinggi lemak
  • Krim asam tinggi lemak
  • Yogurt manis
  • Es krim tinggi lemak
  • Minuman susu dengan tambahan gula

Karena itu, disarankan bagi Anda yang tidak ingin terkena diabetes adalah konsumsi saja susu rendah lemak secara teratur.

Buah dan Sayuran

Meski keduanya mempunyai kandungan serat yang tinggi dan bagus untuk pencernaan, ternyata buah dan sayuran juga dapat menyebabkan diabetes.

Terutama pada buah dan sayuran yang diolah dengan menggunakan tambahan gula sehingga menghilangkan serat alami pada keduanya.

Beberapa buah dan sayuran yang dapat menyebabkan diabetes:

  • Jus buah
  • Buah yang dikeringkan
  • Buah dan sayuran yang digarami
  • Asinan dan manisan
  • Buah kalengan
  • Selai dan jeli dengan tambahan gula
  • Sayuran kaleng
  • Acar

Lemak

Sebagai salah satu unsur penting dalam tubuh, lemak merupakan bagian yang tidak boleh dipisahkan.

Diketahui lemak mengandung omega-3 dan merupakan bagian yang menyatu dari diet yang sehat dan seimbang.

Lemak juga dapat membantu tubuh menyerap vitamin A, D, E, dan K. Meski begitu ternyata ada. beberapa lemak yang harus dihindari sebab bisa menyebabkan diabetes, meningkatkan kolesterol, dan penyakit jantung.

Lemak-lemak itu adalah sebagai berikut:

  • Mentega
  • Lemak babi
  • Minyak kelapa sawit
  • Saus krim
  • Mayones tinggi lemak
  • Kentang goreng
  • Makanan berlapis tepung roti
  • Keripik kentang
  • Makanan siap saji
  • Saus salad

Itulah beberapa makanan penyebab diabetes melitus yang perlu Anda ketahui sehingga bisa menjadi pertimbangan saat memulai hidup sehat untuk tidak terkena salah satu penyakit mematikan di Indonesia ini.

Ketahui Gejala Deep Vein Thrombosis, Penyebab Betis Bengkak

Betis bengkak bisa diakibatkan karena beberapa hal, salah satunya adalah deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. DVT merupakan kondisi serius yang dapat terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah vena yang terletak jauh di dalam tubuh. Bekuan darah sendiri adalah gumpalan darah yang berubah menjadi padat.

Gumpalan darah vena dalam pada umumnya terbentuk di paha atau kaki bagian bawah yang menyebabkan betis bengkak, tetapi juga dapat berkembang di area lain pada tubuh. Nama lain yang terkait dengan kondisi ini mungkin termasuk tromboemboli, sindrom pascatrombotik, dan sindrom pascaflebitis.

Gejala DVT

Berikut tanda-tanda yang bisa menjadi ciri khas jika Anda mengalami DVT, yaitu:

  • pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai, tetapi biasanya di satu sisi
  • nyeri kram di kaki terasa sakit dan biasanya di betis
  • sakit parah yang tidak dapat dijelaskan di kaki dan pergelangan kaki 
  • area kulit terasa lebih hangat daripada kulit di sekitarnya
  • kulit di daerah yang terkena DVT menjadi pucat atau berwarna kemerahan atau kebiruan.

Orang dengan DVT ekstremitas atas, atau bekuan darah di lengan, mungkin juga tidak mengalami gejala. Jika mengalami gejala, maka gejala umum yang bisa terjadi meliputi:

  • sakit leher
  • sakit bahu
  • bengkak di lengan atau tangan
  • warna kulit kebiruan
  • timbul rasa sakit yang bergerak dari lengan ke lengan bawah
  • tangan menjadi lemah.

Seseorang yang menderita DVT sering tidak menyadari kondisinya tersebut sampai mereka menjalani perawatan darurat untuk emboli paru (bekuan darah di paru-paru). Emboli paru dapat terjadi ketika gumpalan DVT telah berpindah dari lengan atau kaki ke paru-paru. Ketika arteri di paru-paru tersumbat, itu adalah kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat.

Penyebab DVT yang Picu Betis Bengkak

DVT disebabkan oleh bekuan darah. Gumpalan tersebut menghalangi pembuluh darah, mencegah darah beredar dengan semestinya di tubuh. Pembekuan darah dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk:

Cedera

Kerusakan pada dinding pembuluh darah dapat mempersempit atau menghalangi aliran darah. Bekuan darah dapat terbentuk sebagai hasilnya.

Operasi

Pembuluh darah dapat rusak selama operasi, yang dapat menimbulkan bekuan darah. Istirahat di tempat tidur dengan sedikit atau tanpa gerakan setelah operasi juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

Berkurangnya Mobilitas atau Tidak Aktif

Ketika Anda sering duduk, darah dapat terkumpul di kaki Anda, terutama bagian bawah. Jika Anda tidak segera bergerak untuk waktu yang lama, aliran darah di kaki bisa melambat. Hal ini dapat menyebabkan gumpalan berkembang.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Konsumsi beberapa obat tertentu dapat meningkatkan kemungkinan darah Anda akan membentuk gumpalan.

Pengobatan untuk Mengatasi DVT

Dokter bisa memberikan resep obat yang dapat mengencerkan darah, seperti heparin , warfarin, enoxaparin, atau fondaparinux.  membuat darah Anda lebih sulit untuk membeku. Obat-obatan tersebut membantu membuat gumpalan yang ada menjadi sekecil mungkin dan mengurangi kemungkinan Anda akan mengembangkan lebih banyak gumpalan.

Jika pengencer darah tidak berhasil, atau jika  mengalami kasus DVT yang parah, dokter mungkin menggunakan obat trombolitik. Orang dengan DVT ekstremitas atas juga dapat mengambil manfaat dari obat trombolitik. Obat trombolitik bekerja dengan memecah gumpalan. Obat trombolitik pada umumnya diberikan secara intravena.

DVT yang merupakan salah satu penyebab dari betis bengkak merupakan salah satu kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. Namun, sebagian besar DVT dapat dicegah dan diobati. Oleh karena itu, mengetahui tanda dan gejala dari DVT dan faktor risiko merupakan kunci utama pencegahan dan pengobatan DVT lebih cepat.