Cara Pakai Hansaplast Roll yang Benar

Menggunakan Hansaplast roll bisa menjadi alternatif saat luka Anda terlalu besar sehingga menggunakan plester tidak cukup. Dengan plester rol ini akan membantu Anda membebat luka dengan baik agar cepat pulih.

Tapi ternyata menggunakannya tidak bisa sembarangan, karena bisa jadi menyebabkan luka tidak segera pulih dan bahkan meningkatkan risiko terkena infeksi.

Apa itu Hansaplast roll?

Hansaplast merupakan salah satu merk produsen plester dan perban untuk pertolongan pertama terhadap luka. Hansaplast roll merupakan salah satu jenis perban dalam bentuk rol yang umumnya digunakan untuk membalut luka ringan yang berukuran cukup besar. 

Bentuk rol menjadikannya sebagai pertolongan pertama serbaguna, dapat digunakan bersama kasa rol, kasa steril, dan juga plester.

Perban terbuat dari bahan kain rayon membuat kulit leluasa bernapas dan mengikuti pergerakan tubuh Anda sehingga membuat Anda lebih nyaman. Perban juga tahan lama, tahan air, serta kotoran.

Dengan bahan tersebut, perban juga dapat dirobek dengan mudah menggunakan tangan. Tiap perban memiliki perekat yang berbahan dasar zinc oxide, sehingga menjamin rekatan yang kuat dan lama. 

Tips cara menggunakan Hansaplast roll yang benar

Menggunakan Hansaplast roll maupun perban pada umumnya ternyata tidak bisa sembarangan, lho. Ada hal-hal dan juga langkah-langkah yang perlu diperhatikan sehingga bisa membantu luka sembuh dengan optimal.

Begini langkah yang tepat dalam menggunakan perban rol untuk membebat luka:

1. Bersihkan luka dari semua kotoran yang menempel, bisa menggunakan air mengalir, air hangat dengan sabun lembut, spray antiseptik non-alkohol

2. Tutup luka dengan menggunakan kasa steril secara menyeluruh, jangan ada area luka yang masih terbuka

3. Pegang rol tepat di atas luka, lalu gulung keluar ke bagian bawah luka

4. Gulung atau balut dua kali di sekitar luka untuk menjaga kasa agar tetap pada tempatnya

5. Balut dengan arah spiral, pastikan tiap lapisan baru menutupi setengah lapisan perban yang lama

6. Balut kembali luka dan amankan bagian ujung perban, bisa menggunakan perekat atau klip pengikat perban. 

Apabila akan menggunakan perban di bagian lekukan seperti siku dan lutut untuk menahan kasa agar tidak bergeser, tekuk sedikit lalu balutkan perban agak sedikit panjang menjauh dari tiap sisi sendi.

Untuk membalut perban di bagian tangan, balut perban dari sisi dalam pergelangan tangan kemudian arahkan ke atas dalam posisi diagonal ke arah punggung tangan hingga ke kelingking, hindari membalut jempol.

Jangan membalut sendiri bila luka Anda cukup parah atau mengalami pendarahan hebat. Dapatkan penanganan medis ke rumah sakit terdekat untuk menghindari risiko memperparah kondisi luka.

Mengapa harus menggunakan perban?

Beberapa orang menganggap luka kecil seperti sayatan dan goresan tidak memerlukan plester maupun perban, namun sebenarnya anggapan itu tidak salah. Namun membiarkan luka tetap terbuka juga bisa menimbulkan risiko yang tidak diinginkan, seperti memperparah kondisi luka dan juga infeksi akibat bakteri dan kotoran.

Selain itu, luka juga membutuhkan kelembapan untuk cepat pulih. Membiarkan luka terbuka bisa mengeringkan sel-sel lapisan baru, yang bisa menambah rasa sakit atau memperlambat proses pemulihan. 

Inilah fungsi perban seperti Hansaplast roll, yakni memberikan kelembapan yang cukup (bukan basah). Beberapa juga memberikan salep antibiotik pada luka sebelum dibalut dengan plester atau perban.

Kondisi lembap ini membantu lapisan kulit dan sel-sel baru tetap hidup dan mempercepat proses pemulihan. Kemudian perban juga membantu melindungi luka dari kotoran, bakteri, dan cedera lebih parah.

Perban juga memberikan rasa nyaman dengan mengurangi rasa sakit akibat luka, sehingga Anda lebih mudah dan bebas bergerak.

Namun memang tidak semua luka bisa ditutup atau diberi tekanan dengan menggunakan perban, contohnya luka goresan yang tidak mengeluarkan darah atau luka yang sudah terinfeksi.

Menggunakan perban seperti Hansaplast roll bisa menjadi pilihan yang tepat untuk luka ringan yang Anda alami. Jika luka Anda terlihat dalam, cukup parah, atau merupakan luka bakar derajat kedua sebaiknya jangan tangani sendiri dan segera dapatkan penanganan medis.