Tali Masker: Bukan Untuk Gantung Masker, Ini Fungsi Sebenarnya

Tali masker sejatinya bukan digunakan untuk menggantung masker. Hal tersebut keliru karena menggantung tali masker dapat menyebabkan masker terkena virus dan bakteri serta kotoran dari udara, pakaian, maupun hijab. Masker yang tergantung juga dapat berisiko menyebarkan virus karena telah terkontaminasi cairan tubuh yang kotor.

Tali masker sendiri sah saja dikenakan sebagai pemanis penampilan. Namun, alangkah baiknya untuk menyimpan masker di tempat yang aman dan bersih. Berikut fungsi asli tali masker yang sering salah digunakan.

Persepsi salah tentang tali masker

Saat ini tali masker sering dikenakan bak pasangan masker. Banyak orang yang menggunakan tali masker sebagai alat menggantung masker saat dilepas ketika hendak makan atau minum. Hal ini dilakukan karena dinilai lebih praktis untuk menyimpan masker. 

Tali masker mungkin bermanfaat untuk menjaga masker Anda tetap dalam jangkauan Anda. Anda mungkin berpikir tidak akan takut kehilangan masker karena lupa menaruhnya atau repot-repot menaruh masker ke dalam plastik masker. 

Persepsi ini tentunya salah. Menggantung masker akan berpotensi menyebabkan bagian dalamnya terekspos area luar entah itu udara sekitar, pakaian, hijab dan mungkin menempel di leher. Akibatnya, virus dapat dengan mudah menempel di bagian dalam masker yang tergantung.

Fungsi asli tali masker

Lantas apa fungsi asli tali masker? Fungsi tali masker adalah untuk memastikan masker terpasang erat di wajah sehingga tidak ada celah untuk virus, bakteri, maupun kotoran masuk ke pernafasan. Tali masker dapat mencegah masker terlepas, jatuh dan hilang.

Ada dua model tali masker yang banyak digunakan dan dijual saat ini. Yang pertama disebut konektor headloop atau adjustable strap mask. Pengguna dapat mengatur dan menyesuaikan panjang tali sesuai ukuran kepala sehingga menghindari wajah atau telinga lecet karena penggunaan masker yang terlalu kencang. 

Tali masker ini juga biasa digunakan oleh para pengguna hijab. Sesuai namanya, tali ini ini digunakan dengan cara disangkutkan pada rambut yang diikat dan memutar ke belakang kepala.

Kedua adalah kalung masker yang biasanya memiliki panjangnya sekitar 50 cm—70 cm sesuai dengan penggunanya. Jenis tali masker ini digunakan dengan cara dikalungkan seperti memakai kalung kacamata atau strap glasses. Tapi jenis ini hanya cocok digunakan untuk pemanis penampilan saja karena tidak terlalu efektif untuk menjaga masker terpasang erat.

Plus minus tali sambung

Setelah mengetahui persepsi yang salah tentang tali masker dan fungsi aslinya, kini beralih pada kelebihan dan kekurangan dari tali masker. Di satu sisi, tali masker memberi dampak positif atau kelebihan yang berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan masker. Tingginya minat masyarakat terhadap tali masker juga berpengaruh pada minat menggunakan masker. 

Selain itu, tali masker juga sangat berguna bagi para hijabers maupun untuk mengurangi luka atau lecet karena memakai masker yang terlalu kencang. Dengan adanya tali yang dapat diatur, maka memungkinkan penggunanya untuk lebih nyaman memakai masker tanpa takut berisiko tinggi terpapar virus. 

Dr. Gabriela Andujar Vazquez, seorang dokter penyakit menular dan ahli epidemiologi rumah sakit asosiasi di Tufts Medical Center, merekomendasikan penggunaan tali pengikat masker yang terhubung dengan bagian belakang kepala Anda untuk menjaga masker Anda tetap nyaman di wajah Anda. Terutama bagi mereka yang harus berjam-jam dalam penerbangan/perjalanan atau diharuskan memakai masker di dalam ruangan selama berjam-jam. 

Sedangkan kekurangannya adalah pada menggantung masker itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan bahwa menggantung masker dapat berpotensi membuat masker terkontaminasi dan menjadi sumber infeksi bagi orang lain. 

Penggunaan tali masker akan berdampak baik jika digunakan dengan tepat. Persepsi yang salah tentang penggunaannya harus segera diluruskan. Karena pada dasarnya, penggunaan tali ini diperuntukkan guna memastikan masker terpasang erat di wajah sehingga tidak ada celah untuk virus, bakteri, maupun kotoran masuk ke pernafasan. Untuk informasi lebih banyak dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai tali masker, Anda dapat mengakses aplikasi maupun website SehatQ serta berdiskusi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang di App Store dan Google Play.

Pentingnya Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah

Cek kesehatan pra nikah atau pre marital check up merupakan hal yang harus dilakukan untuk pasangan yang akan menikah. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai suatu usaha untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan, maupun keturunan ke depannya. Anda bisa melakukan cek kesehatan pra nikah dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat, seperti Eka Hospital BSD, Bekasi, Pekanbaru dan Cibubur.

Manfaat Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah

Cek kesehatan pra nikah perlu dilakukan karena memiliki manfaat seperti:

  • Mencegah terjadinya berbagai macam penyakit pada keturunan atau calon bayi, seperti penyakit thalasemia, diabetes melitus, atau penyakit yang diwariskan secara genetik lainnya.
  • Untuk mengenal riwayat kesehatan masing-masing calon pasangan, agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, khususnya pada kondisi kesehatan keturunan yang dihasilkan
  • Meyakinkan calon pasangan, serta memberikan kesan lebih terbuka dan saling percaya satu sama lain mengenai riwayat kesehatan.

Cek kesehatan pra nikah juga merupakan persyaratan wajib bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Hal ini karena tidak semua orang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Alasan tersebut berdasarkan karena ada juga seseorang yang tampak sehat dan fit tetapi memiliki gen pembawa (carrier) penyakit tertentu yang dapat diwariskan kepada keturunannya.

Oleh karena itu, cek kesehatan pra nikah meliputi berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan genetik, penyakit menular dan infeksi melalui darah. Pemeriksaan tersebut memiliki tujuan agar keturunan tidak mendapatkan penyakit tersebut di kemudian hari, sehingga keluarga bisa tetap tenteram dan hidup sehat bersama. Cek kesehatan pra nikah disarankan 6 bulan sebelum calon mempelai menikah.

Tahapan Cek Kesehatan Pra Nikah

Cek kesehatan pra nikah memiliki tahapan-tahapan pemeriksaan tertentu yang meliputi:

Pemeriksaan Fisik Lengkap

Pemeriksaan ini dilakukan karena pada umumnya status kesehatan dapat diperiksa melalui tekanan darah. Pada umumnya, jika mengalami tekanan darah tinggi, maka hal tersebut dapat menimbulkan bahaya terutama bagi kandungan sebab membuat tumbuh kembang janin yang dikandung menjadi terhambat. Selain itu, pemeriksaan fisik lengkap ini juga untuk mengetahui apakah pasangan memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes.

Pemeriksaan Penyakit Keturunan

Penyakit keturunan pada umumnya diwariskan dari kedua orang tua, seperti gangguan kelainan darah yang dapat membuat penderita tidak bisa memproduksi hemoglobin dengan normal.

Pemeriksaan Penyakit Menular

Pemeriksaan selanjutnya yaitu pemeriksaan terhadap penyakit yang menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV-AIDS. Pemeriksaan tahap ini sangat penting untuk dilakukan, karena penyakit-penyakit tersebut mudah menular dan sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa.

Pemeriksaan Organ Reproduksi

Pemeriksaan ini terkait dengan kesuburan serta kesehatan organ reproduksi baik untuk pria maupun wanita. Pemeriksaan ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi masing-masing calon pasangan pengantin.

Pemeriksaan Alergi

Meski sering dianggap sepele, pemeriksaan alergi juga sangat penting untuk dilakukan dalam cek kesehatan pra nikah ini. Hal ini karena alergi yang tidak disadari dari awal dan jika tidak ditangani secara tepat dapat berakibat fatal, bahkan bisa mengancam jiwa.

Untuk Anda yang ingin melakukan cek kesehatan pra nikah, sebaiknya segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat di kota Anda. Pastikan untuk memperhatikan beberapa hal yang harus dilakukan sebelum melakukan cek kesehatan pra nikah seperti mendapatkan istirahat yang cukup sebelum diperiksa, menghindari melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat, serta harus selalu menginformasikan kondisi riwayat kesehatan Anda, termasuk obat-obatan yang sedang digunakan.

Referensi:

Doctors Clinic Blog. https://www.doctorsclinicblog.com/infertility-treatment/importance-of-premarital-check-up/

Diakses pada 1 Agustus 2021

Kementerian Kesehatan. https://www.doctorsclinicblog.com/infertility-treatment/importance-of-premarital-check-up/

Diakses pada 1 Agustus 2021

Makanan Penyebab Diabetes Melitus Apa Saja?

Seperti yang umum diketahui penyebab diabetes melitus adalah karena kadar gula tinggi dalam tubuh, sehingga tidak bisa diproses dengan baik oleh hormon insulin.

Insulin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang memungkinkan tubuh mengubah gula darah menjadi energi.

Selain mengubah, insulin juga menyimpan energi tersebut dalam tubuh sebagai cadangan energi. 

Pemicu salah satu penyakit kronis ini adalah karena beberapa hal seperti gaya hidup dan perilaku tidak sehat lainnya yaitu mengonsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan.

Berikut ini adalah makanan-makanan yang dapat menyebabkan diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Makanan Penyebab Diabetes

Makanan dengan Karbohidrat Tinggi

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang diperlukan tubuh untuk membantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Karbohidrat sendiri terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  • Pati
  • Gula 
  • Serat

Karbohidrat diketahui secara langsung memberikan dampak langsung dengan  memengaruhi kadar glukosa darah lebih dari nutrisi lainnya.  Tubuh memecah pati dan gula menjadi glukosa.

Itulah mengapa makanan berkarbohidrat dapat juga menyebabkan diabetes apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tinggi karbohidrat.

Makanan tinggi karbohidrat itu adalah sebagai berikut:

  • Makanan panggang yang prosesnya memakai tepung putih 
  • Permen serta makanan yang mengandung gula secara berlebihan
  • Roti putih dan sereal

Untuk penderita diabetes sendiri disarankan mengonsumsi karbohidrat dengan takaran 130 gram per hari.

Makanan dengan Protein

Ternyata makanan berprotein juga bisa menjadi penyebab diabetes melitus terutama yang mengandung lemak tinggi.

Protein sendiri mempunyai fungsi membantu tubuh membentuk, memelihara, dan mengganti jaringan. 

Dalam prosesnya tubuh juga dapat memecah protein menjadi gula, namun proses ini kurang efisien daripada memecah karbohidrat.

Karena itulah, terdapat beberapa makanan berprotein yang ternyata dapat memicu diabetes, yaitu:

  • Daging merah (daging sapi, babi, dan domba)
  • Makanan yang digoreng dan dilapisi tepung roti
  • Makanan tinggi sodium
  • Daging olahan seperti hot dog
  • Iga dan potongan daging berlemak lainnya
  • Unggas (ayam, burung, bebek) dengan kulitnya
  • Ikan goreng

Susu

Susu dapat disebut memicu diabetes karena adanya kandungan gula di dalamnya atau laktosa. Namun susu sendiri juga mengandung kalsium, protein, dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh

Akan tetapi Anda dapat terhindar dari diabetes ketika mengonsumsi susu asalkan memperhatikan takaran harian untuk karbohidrat.

Berikut adalah susu yang dapat menyebabkan diabetes:

  • Susu tinggi lemak
  • Yogurt tinggi lemak
  • Keju cottage tinggi lemak
  • Keju tinggi lemak
  • Krim asam tinggi lemak
  • Yogurt manis
  • Es krim tinggi lemak
  • Minuman susu dengan tambahan gula

Karena itu, disarankan bagi Anda yang tidak ingin terkena diabetes adalah konsumsi saja susu rendah lemak secara teratur.

Buah dan Sayuran

Meski keduanya mempunyai kandungan serat yang tinggi dan bagus untuk pencernaan, ternyata buah dan sayuran juga dapat menyebabkan diabetes.

Terutama pada buah dan sayuran yang diolah dengan menggunakan tambahan gula sehingga menghilangkan serat alami pada keduanya.

Beberapa buah dan sayuran yang dapat menyebabkan diabetes:

  • Jus buah
  • Buah yang dikeringkan
  • Buah dan sayuran yang digarami
  • Asinan dan manisan
  • Buah kalengan
  • Selai dan jeli dengan tambahan gula
  • Sayuran kaleng
  • Acar

Lemak

Sebagai salah satu unsur penting dalam tubuh, lemak merupakan bagian yang tidak boleh dipisahkan.

Diketahui lemak mengandung omega-3 dan merupakan bagian yang menyatu dari diet yang sehat dan seimbang.

Lemak juga dapat membantu tubuh menyerap vitamin A, D, E, dan K. Meski begitu ternyata ada. beberapa lemak yang harus dihindari sebab bisa menyebabkan diabetes, meningkatkan kolesterol, dan penyakit jantung.

Lemak-lemak itu adalah sebagai berikut:

  • Mentega
  • Lemak babi
  • Minyak kelapa sawit
  • Saus krim
  • Mayones tinggi lemak
  • Kentang goreng
  • Makanan berlapis tepung roti
  • Keripik kentang
  • Makanan siap saji
  • Saus salad

Itulah beberapa makanan penyebab diabetes melitus yang perlu Anda ketahui sehingga bisa menjadi pertimbangan saat memulai hidup sehat untuk tidak terkena salah satu penyakit mematikan di Indonesia ini.

Ketahui Gejala Deep Vein Thrombosis, Penyebab Betis Bengkak

Betis bengkak bisa diakibatkan karena beberapa hal, salah satunya adalah deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. DVT merupakan kondisi serius yang dapat terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah vena yang terletak jauh di dalam tubuh. Bekuan darah sendiri adalah gumpalan darah yang berubah menjadi padat.

Gumpalan darah vena dalam pada umumnya terbentuk di paha atau kaki bagian bawah yang menyebabkan betis bengkak, tetapi juga dapat berkembang di area lain pada tubuh. Nama lain yang terkait dengan kondisi ini mungkin termasuk tromboemboli, sindrom pascatrombotik, dan sindrom pascaflebitis.

Gejala DVT

Berikut tanda-tanda yang bisa menjadi ciri khas jika Anda mengalami DVT, yaitu:

  • pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai, tetapi biasanya di satu sisi
  • nyeri kram di kaki terasa sakit dan biasanya di betis
  • sakit parah yang tidak dapat dijelaskan di kaki dan pergelangan kaki 
  • area kulit terasa lebih hangat daripada kulit di sekitarnya
  • kulit di daerah yang terkena DVT menjadi pucat atau berwarna kemerahan atau kebiruan.

Orang dengan DVT ekstremitas atas, atau bekuan darah di lengan, mungkin juga tidak mengalami gejala. Jika mengalami gejala, maka gejala umum yang bisa terjadi meliputi:

  • sakit leher
  • sakit bahu
  • bengkak di lengan atau tangan
  • warna kulit kebiruan
  • timbul rasa sakit yang bergerak dari lengan ke lengan bawah
  • tangan menjadi lemah.

Seseorang yang menderita DVT sering tidak menyadari kondisinya tersebut sampai mereka menjalani perawatan darurat untuk emboli paru (bekuan darah di paru-paru). Emboli paru dapat terjadi ketika gumpalan DVT telah berpindah dari lengan atau kaki ke paru-paru. Ketika arteri di paru-paru tersumbat, itu adalah kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat.

Penyebab DVT yang Picu Betis Bengkak

DVT disebabkan oleh bekuan darah. Gumpalan tersebut menghalangi pembuluh darah, mencegah darah beredar dengan semestinya di tubuh. Pembekuan darah dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk:

Cedera

Kerusakan pada dinding pembuluh darah dapat mempersempit atau menghalangi aliran darah. Bekuan darah dapat terbentuk sebagai hasilnya.

Operasi

Pembuluh darah dapat rusak selama operasi, yang dapat menimbulkan bekuan darah. Istirahat di tempat tidur dengan sedikit atau tanpa gerakan setelah operasi juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

Berkurangnya Mobilitas atau Tidak Aktif

Ketika Anda sering duduk, darah dapat terkumpul di kaki Anda, terutama bagian bawah. Jika Anda tidak segera bergerak untuk waktu yang lama, aliran darah di kaki bisa melambat. Hal ini dapat menyebabkan gumpalan berkembang.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Konsumsi beberapa obat tertentu dapat meningkatkan kemungkinan darah Anda akan membentuk gumpalan.

Pengobatan untuk Mengatasi DVT

Dokter bisa memberikan resep obat yang dapat mengencerkan darah, seperti heparin , warfarin, enoxaparin, atau fondaparinux.  membuat darah Anda lebih sulit untuk membeku. Obat-obatan tersebut membantu membuat gumpalan yang ada menjadi sekecil mungkin dan mengurangi kemungkinan Anda akan mengembangkan lebih banyak gumpalan.

Jika pengencer darah tidak berhasil, atau jika  mengalami kasus DVT yang parah, dokter mungkin menggunakan obat trombolitik. Orang dengan DVT ekstremitas atas juga dapat mengambil manfaat dari obat trombolitik. Obat trombolitik bekerja dengan memecah gumpalan. Obat trombolitik pada umumnya diberikan secara intravena.

DVT yang merupakan salah satu penyebab dari betis bengkak merupakan salah satu kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. Namun, sebagian besar DVT dapat dicegah dan diobati. Oleh karena itu, mengetahui tanda dan gejala dari DVT dan faktor risiko merupakan kunci utama pencegahan dan pengobatan DVT lebih cepat.